Rabu, 16 Februari 2011

please, keep our communication!

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

saya datang lagi. dengan beberapa cerita yang sudah berapa minggu saya pendam sendiri
#caelah, semakin aneh!
langsung saja, berapa minggu yang lalu, mama pergoki saya diantar pulang sama 101110. kaget, sangat shocked  pas tau mama lagi di depan rumah. mama ngomel macam2 dan nyerempet kemana-mana. saya cuma bilang kalo dia cuma teman dan saya diantar pulang karena memang sudah malam.
setelah penjelasan yang cukup lama, dan setelah omelan yang sangat panjang, akhirnya mama bisa sedikit mengerti dan berhenti bahas masalah itu lbh jauh. saat itu, tidak saya pungkiri saya sempat punya keinginan untuk mengakhiri hubungan saya dengan dia saat itu juga. bukan hanya takut sama mama, saya juga takut kalo saja saya sudah tidak sanggup lagi untuk sembunyi-sembunyi, bohong sama mama.  -_-'
tapi setelah cerita ke puthe, dan satu sahabat saya lagi, saya mengurungkan niat saya dengan pemikiran kalau itu hanya emosi sesaat saya saja.

dan smpai sekarang, saya terus berusaha buat mempertahankan hubungan yang baru seumur anak sepupu saya yang lahir sekitar tiga bulan yang lalu itu. tapi kadang, saya juga berasa capek karena selalu saja ada rasa curiga yang muncul entah darimana. mungkin karena intensitas pertemuan dan komunikasi kami yang lumayan jarang. saya selalu diliputi pertanyaan- pertanyaan yang bikin kepala saya pusing sendiri. sampai kapan saya bisa mempertahanan hubungan yang seperti ini? tidak jarang pertanyaan seperti itu melintas di pikiran saya.

saya capek, curiga dan terus curiga. saya capek terus berusaha jaga komunikasi diantara kami. dia pernah bilang, 
"kalo memang ada yang tidak kw suka dari saya bilang mko saja".
  dan kalau saya boleh jawab pertanyaan itu sekarang, saya pen bilang
"saya tidak suka dgn kw yg nd bisa jaga komunikasi. liatmi saja, setiap nd ada pulsamu, saya selalu coba buat telpon ko, meskipun lama sekali ka' nimbang2 buat telpon ko, dan setiap saya yakin buat telpon ko, nd jarang, saya dapati hapemu diangkat sma kacemu yang berarti lagi2 kw keluar rumah tanpa hape, dan bahkan nd jarang juga, sa telponko dan hapemu nd aktif seharian". 
saya selalu mau jawab itu setiap dia bertanya demikian. tapi selalu tertahan karena saya tidak mau dicap sebagai cwek yang agresif. saya cukup capek untuk nd jawab pertanyaan itu.

selain itu, saya juga takut. saya pernah bertanya ke dia, tentang alasan dia putus dengan mantannya. dan jawaban yang saya dapat, karena komunikasi. saya takut, hubungan saya dan dia berakhir juga hanya karena komunikasi.

maaf kalau postingan saya kali ini terlalu frontal!

rumah puthe, 04.16 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar