Rabu, 18 Februari 2015

Perahu





Hai blog.
Tepat dua tahun. Time flies yaa?

No.
Setiap detik ini terasa. Berganti ke menit hingga 17 Februari 2013 bergulir ke 17 Februari 2015. Perempuan ini masih menanti di pesisir.

Sebelumnya, maaf. Saya memang sangat melankolis. Anda ingin bilang lebay? Silakan. Itu terserah anda.

Perempuan ini terduduk, memandangi satu persatu perahu yang  tengah berlayar di samudera itu. Beraneka ragam perahu dengan bermacam rupa, bentuk, dan ukuran. Beberapa perahu bergoyang ke kiri dan ke kanan di terpa ombak dan angin. Perahu-perahu itu berlayar menuju sebuah pulau. Pulau yang menjadi tujuan akhir dari setiap perahu-perahu tersebut.

Sekitar empat tahun yang lalu, perempuan ini pun pernah berlayar di tengah laut. Dengan sedikit hati-hati memberanikan diri untuk mulai berlayar bersama seseorang  yang telah membuatnya yakin untuk melangkahkan kaki ke atas perahu. Hari berganti hari, berlayar di atas perahu itu terasa menyenangkan. Walau perahu itu terkadang bergoyang ke kiri dan kanan, berlayar tetap menyenangkan bersama orang itu. Perempuan itu terus berdo’a. Agar nantinya dapat berlayar mencapai pulau tujuan.

Tahun berganti, ombak masih selalu berderap keras.  Perahu pun terkadang bocor dan terasa akan terbalik. Namun bersama orang itu, perempuan ini masih selalu berhasil untuk membuat perahu itu tetap berlayar dan terus berlayar. Namun entah mengapa, pulau tujuan terasa fatamorgana. Kadang terlihat mendekat, kadang menjauh. ‘Setidaknya, perahu masih tetap berlayar’. Pikir perempuan itu.

Hingga terjadi badai yang membuat perahu perempuan ini yang bergoyang sangat kencang hingga perahu ini pun terbalik. Perempuan ini menangis, berusaha membuat perahu tetap berlayar. Nihil, kekuatan perempuan ini tidak cukup. Sedang seseorang yang bersamanya berlayar memilih melompat ke perahu yang tengah mendekat. Meninggalkan perempuan ini sendirian. Perempuan ini tidak mungkin untuk tetap berlayar di atas perahu yang bahkan sudah hancur. Perlahan perempuan ini akhirnya berenang kembali mencapai pesisir.

Pulau itu tinggal impian. Sedang seseorang yang dulunya mengajaknya berlayar masih terlihat melompat dari perahu satu ke perahu lain. Perempuan ini menyaksikan dalam diam. Terduduk di pesisir. Beberapa orang kembali berdatangan membawa perahu untuk mengajak perempuan ini berlayar. Namun perempuan ini kehilangan kepercayaan pada perahu-perahu yang mereka perlihatkan. Perempuan ini tidak ingin lagi dengan perahu yang hanya bisa membawanya ke tengah laut, namun tidak sanggup untuk berlayar hingga ke pulau tujuan.  Perempuan ini sudah tidak sanggup lagi untuk berenang kembali mencapai pesisir sedang melompat ke perahu lain terasa terlalu menyiksa untuknya. 

Perahu itu merupakan apa yang kita punya sehingga kita berani untuk berlayar bersama. Bermimpi untuk bisa mencapai pulau itu. Haruskah saya lagi-lagi menyalahkan ombak yang berderap terlalu keras, atau angin yang bertiup terlalu kencang hingga mengoyakkan perahu kita? Atau haruskah saya lagi-lagi menyalahkan Anda yang meninggalkan saya sendirian di tengah laut berombak ini? Atau perahu kita yang terlalu rapuh untuk laut yang kejam ini?

Saya terlalu lelah untuk menyalahkan siapa-siapa. Pun, sudah bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan. Selamat berlayar untukmu. Berhentilah melompat-lompat kesana kemari. Semoga mencapai pulau itu.

Dua tahun berlalu. Perempuan ini masih menanti di pesisir. Untuk perahu kokoh dan seseorang yang tidak hanya berani membawanya ke tengah laut, namun tetap bersamanya mencapai pulau tujuan walaupun hanya dengan berenang  sekalipun.

                                                                                               
                                                                                               
Nusa Indah, 20.15 WITA
                                                                                           February, 17th 2015


-Annisa Nurul Mukhlisa



Rabu, 20 Juni 2012

Dia



Sebelumnya, perkenankan saya memperkenalkan dia yang setahun lebih ini mengisi hari- hari saya:

Sore hari setelah kuliah usai
Dia adalah Indra. Sebulan lebih tua dari usia saya. Dia merupakan teman kelas saya. Yah, orang- orang mungkin menyebutnya cinlok. Haha. Kurang lebih seperti itu. Kami diakrabkan oleh suatu perjalanan liburan ke Malino April tahun lalu. Beberapa waktu sebelum perjalanan itu, kami hanyalah teman biasa. Taruhlah, kami memang bertemu nyaris setiap hari. Tetapi kami sangat jarang mengobrol, bertegur sapa pun secukupnya saja. 

Sampai perjalanan ke Malino, kami berboncengan. Dan pembicaraan pun mengalir begitu saja. Pernahkah anda merasakan bertemu dengan orang dimana anda bisa menceritakan setiap hal padahal anda tidak begitu akrab dengan orang tersebut sebelumnya? Bagaimana setiap hal dapat dengan mudahnya keluar dari mulut anda, dan mengharapkan pembicaraan tersebut tidak cepat berakhir? 
Kurang lebih seperti itulah yang saya rasakan dulu.

Saya merasa begitu nyaman dengan perjalanan yang saya lewati dengannya.
Bercerita.
Bercanda tawa.
Dan merasa seharusnya saya bisa bercerita dan akrab dengannya dari dulu.
Berdo'a semoga saja perjalanan ini tidak cepat berakhir.

Dia berada di sekitar saya. 
Tapi saya baru saja menemukannya.
Menemukannya setelah perjalanan itu.
Perjalanan yang membuat saya jatuh. 
Sesuatu yang ditertawakan oleh sahabat saya, karena saya tidak bisa membuktikan bahwa 'fall in love' kepada orang yang sekelas dengan kita adalah hal yang tidak mungkin.

Yah, setelah perjalanan itu, semuanya berubah menjadi kaku.
Setiap bertemu dengannya, sangat sulit buat saya untuk menjadi biasa.
Kami sangat menghindari kontak mata yang membuat kami sama- sama menjadi salah tingkah.
Pembicaraan, bahkan sekedar tegur sapa terasa sangat jarang.
Kami merasa canggung satu sama lain.

Sampai hampir sebulan setelah perjalanan itu, kami resmi berpacaran.
30 April 2011 di sebuah kelas setelah kuliah usai.

Berpacaran dengan orang yang berusia sama dengan kita bukanlah perkara yang mudah.
Kami mempunyai ego yang sama.
Emosi yang sama.
Tidak jarang kami bertengkar karena hal- hal kecil. Lalu baikan beberapa jam kemudian.
atau beberapa hari kemudian.
Terlebih, kami berada di dunia yang sama.
Kami sekampus, kami sekelas, kami sepeminatan K3, kami mempunyai teman- teman yang sama, keseharian yang sama, dan kegiatan yang hampir sama.

Persamaan memang menyatukan kita, tapi tidak jarang justru menjadi hal yang menghalangi kami berdua.
Semoga suatu saat, segala halangan dan rintangan itu dapat kami jalani dan hadapi bersama.
Amin.

                                                                          Sebuah cafe, sesaat setelah tugas kuliah selesai.

                                                                                                                                  -Nisha



Senin, 28 Februari 2011

I Can Do Better!

I didn't give a damn what you say to me 
I don't really care what you think of me 
Cause either way you're gonna think what you believe 
There's nothing you could say that would hurt me 

I'm BETTER OFF WITHOUT YOU ANYWAY
I THOUGHT IT WOULD BE HARD BUT  I'm OK 
I don't need you if you're gonna be that way 
Because with me, it's all or nothing 

I'm sick of this shit, don't deny 
You're a waste of time 
I'm sick of this shit, don't ask why 

[Chorus] 
I hate you now 
So go away from me 
You're gone, so long
I CAN DO BETTER I CAN DO BETTER Hey, hey you 
I found myself again 
That's why you're gone
I CAN DO BETTER I CAN DO BETTER
You're so full of it 
I can't stand the way you act 
I just can't comprehend 
I don't think that you can handle it 
I'm way over, over it 

I will drink as much lemoncello as I can 
And I'll do again and again

I DON'T REALLY CARE WHAT YOU HAVE TO SAY
CAUSE YOU KNOW, YOU KNOW YOU'RE NOTHING
(I'm so sick) 
I'm sick of your shit, don't deny 
You're a waste of time 
I'm sick of your shit, don't ask why 
What'd you say 
I told you so 
You know that 
Cause I always know 
Get outta my face 
You're not my taste 
I am so 
Sick of you 
You're on my nerves 
I want to puke 
Get outta my face 
You're not my taste 


yeah, sekedar lagu pengantar. Saya sama dia akhirnya selesai juga. Saya sudah teramat capek dengan semuanya. Capek dengan ketidakjelasan. Dan semua hal2 yg tersembunyi tentang dia, semuanya, semuanya yg baru saya tau pas saya sm dia sudah selesai membuat saya benar-benar bersyukur ini selesai. Membuat saya benar2 merasa bodoh karena sudah mempertahankan dia yg sangat tidak pantas dpertahankan. Lega!


i'm better off without you anyway
I thought it would be hard but I'm Okay! 


Now, It's Over!

Rabu, 16 Februari 2011

please, keep our communication!

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

saya datang lagi. dengan beberapa cerita yang sudah berapa minggu saya pendam sendiri
#caelah, semakin aneh!
langsung saja, berapa minggu yang lalu, mama pergoki saya diantar pulang sama 101110. kaget, sangat shocked  pas tau mama lagi di depan rumah. mama ngomel macam2 dan nyerempet kemana-mana. saya cuma bilang kalo dia cuma teman dan saya diantar pulang karena memang sudah malam.
setelah penjelasan yang cukup lama, dan setelah omelan yang sangat panjang, akhirnya mama bisa sedikit mengerti dan berhenti bahas masalah itu lbh jauh. saat itu, tidak saya pungkiri saya sempat punya keinginan untuk mengakhiri hubungan saya dengan dia saat itu juga. bukan hanya takut sama mama, saya juga takut kalo saja saya sudah tidak sanggup lagi untuk sembunyi-sembunyi, bohong sama mama.  -_-'
tapi setelah cerita ke puthe, dan satu sahabat saya lagi, saya mengurungkan niat saya dengan pemikiran kalau itu hanya emosi sesaat saya saja.

dan smpai sekarang, saya terus berusaha buat mempertahankan hubungan yang baru seumur anak sepupu saya yang lahir sekitar tiga bulan yang lalu itu. tapi kadang, saya juga berasa capek karena selalu saja ada rasa curiga yang muncul entah darimana. mungkin karena intensitas pertemuan dan komunikasi kami yang lumayan jarang. saya selalu diliputi pertanyaan- pertanyaan yang bikin kepala saya pusing sendiri. sampai kapan saya bisa mempertahanan hubungan yang seperti ini? tidak jarang pertanyaan seperti itu melintas di pikiran saya.

saya capek, curiga dan terus curiga. saya capek terus berusaha jaga komunikasi diantara kami. dia pernah bilang, 
"kalo memang ada yang tidak kw suka dari saya bilang mko saja".
  dan kalau saya boleh jawab pertanyaan itu sekarang, saya pen bilang
"saya tidak suka dgn kw yg nd bisa jaga komunikasi. liatmi saja, setiap nd ada pulsamu, saya selalu coba buat telpon ko, meskipun lama sekali ka' nimbang2 buat telpon ko, dan setiap saya yakin buat telpon ko, nd jarang, saya dapati hapemu diangkat sma kacemu yang berarti lagi2 kw keluar rumah tanpa hape, dan bahkan nd jarang juga, sa telponko dan hapemu nd aktif seharian". 
saya selalu mau jawab itu setiap dia bertanya demikian. tapi selalu tertahan karena saya tidak mau dicap sebagai cwek yang agresif. saya cukup capek untuk nd jawab pertanyaan itu.

selain itu, saya juga takut. saya pernah bertanya ke dia, tentang alasan dia putus dengan mantannya. dan jawaban yang saya dapat, karena komunikasi. saya takut, hubungan saya dan dia berakhir juga hanya karena komunikasi.

maaf kalau postingan saya kali ini terlalu frontal!

rumah puthe, 04.16 pm

Senin, 17 Januari 2011

Forgive Me!

Blogku tersayang...
#bingung nii mw mulai drimana... hhe n_n

maaf deh, baru sempat nge-post skrg,
#cieh, sok sibuk!

sbenarnya, mw nge-post soal cerita taun baruan kemaren yg menurut saya itu kerennn banget... taun baru pertama bareng pacar, teman, dan keluarga! tp apa yg mw saya critakan disini jauh lebih penting dari kerennya taun baruan kemarin...

jadi, kemarin sii 101110 ngajak ketemu... ada yg pen dibicarakan katanya...dan memang, ada yg pen saya tnyakan jg... jdilah, kami ketemuan di tempat biasa... pas saya baru aja dtg, speechless lah saya, ga tw mw mulai drimana... jd dy yg mulai bicara duluan... ternyata, dy baru aja baca postingan yg kemaren2... dan yg dy tanyakan itu, ttg postingan saya yg isinya itu klo saya pernah mulai nyerah sm hubungan yg saya jalani sekarang... dy nanya, knapa saya ga yakin, knapa saya ga bisa percaya sm dy... bingung jg ngejelasinnya blog...

ga enak banget, nyesel pernah nge-posting itu... padahal, itu cuma postingan pas saya lg labil-labilnya...

bwd MR. Syaiful Islami, maaf udah sempat ragu sm kamu... saya ga pernah minta kamu berubah... tetap jd Ipung yg itu... I just want to say, I Love U just the way u are...

Kafe Mario, 05.02pm

Minggu, 12 Desember 2010

unforgetable eighteen!

halo blog!
kemarin saya ulang taun loh. udah 18. hehe xD
pokoknya ulang taun kali ini ga bakal saya lupain. insya allah ga bakal pernah. Serasa pen ulang taun tiap hari. hihi xD

yang pertama ngasih ucapan, pen.nya sih mama. tapi pas pergantian jam, mama malah bilang "km lahirnya jam enam subuh,". kecewa! huhu -_-
terus, jam 00.07, si 101110 ngesms ngasih ucapan. hehe xD
jadi si pacar lah yang pertama ngasih ucapan.
terus nyusul mama ame', rara, kakak idris tersayang, hmm... cuma itu deh kayaknya.

terus paginya, barulah sii mama ngasih ucapan. telat amat? huhu -_-
pen bnget buka facebook, tp lg ga ada pulsa.. jdilah pas mw ngampus baru beli pulsa trus lgsg buka facebook. udah 90 pesan dinding. dari teman sd, temas smp, teman sma, teman kuliah, senior, sepupu, tante, sampe guru2 dan teman facebook yang ga bgitu akrab ngasih ucapan lewat facebook. terharu ^_*

pas udah mw ke kmpus, seperti biasa, sii mama nganter smpe rumah puthe, tp baru mw belok, sii puthe ngesms klo hari ini dy antar adeknya dulu jd nd bisa berangkat ngampus bareng.. huhu -_-
jdilah sa ke kmpus diantar mama...
pas di kampus, selesai kuliah, surprise itu pun terjadi... huaaa* senang!
meskipun mukaku jd tmbh jerawartan gara2 dicolek2 pke cream kue tart... huhu -_-

trus ttg sii pacar, ternyata permasalahannya sangat2 simpel sodara sodara... ternyata dy tukeran hape sm bapaknya trus smw nomer hape itu ke-save di memori hape, jdilah dy ga prnah hubungin saya krn nomer hape saya adanya di hape yg dipake bapaknya... trus katanya dia, dia udah berulang kali coba hubungin saya di nomer mama saya, jadilah saya berprasangka yg tidak2 ttg dy hnya krn masalah kecil... (maaf bebeb)
hhe*

trus wktu tgl 10 kemarin, tepat 1 bulan kami jadian, dan baru ketemu lg setelah jadian ntw hari... huaahh*

unforgetable moment!

Kamis, 02 Desember 2010

Narsisme!


 New Jilbaber







 Go green
(me, dewi, ani, puthe')




 Mimin, Fany, Me







 Kesmas A Family












me, fany




                                                                  Puthe', Ani, Me


New Sister
(Puthe', me, eky, mimin, ame', fany)